Sabtu, 14 Februari 2009

Pengorbanan Seorang Pemuda


M. Kemal Abda'u, Santriku kelas XD MAT Ma'ahid 08/09

Ditengah suatu kota besar di Indonesia, hiduplah seorang pemuda yang rajin beribadah. Sehari-harinya ia habiskan untuk beribadah kepada Allah SWT. Di siang hari, ia habiskan waktu untuk puasa, dan di waktu malam ia habiskan untuk Qiyamullail.

Suatu hari saat pemuda itu sdang berjalan melewati suatu pasar modern di kota tersebut, ia melihat suatu barang yang membuat dirinya terpesona, sungguhlah ia menginginkan barang itu.
Maka mulai hari itu ia mulai bekerja untuk bisa mendapatkan barang tersebut.
Hari pertama ia bekerja kepada seorang pemilik restoran untuk menjadi tukang cuci piring.. Mulai dari pagi hari, ia sudah dihadapkan ratusan piring kotor yang harus ia cuci. Pekerjaan tersebut akhirnya selesai juga pada sore hari. Di hari pertama, ia sudah cukup medapatkan banyak uang untuk memiliki barang yang ia idam-idamkan.
Hari kedua ia bekerja pada seorang mandor. Ia bekerja sebagai kuli bangunan di sebuah proyek perumahan. Pada hari itu, ia mendapatkan upah yang lumayan besar.
Hari berikutnya ia bekerja sebagai tukang bersih-bersih pada sebuah kantor swasta. Ia bekerja membersihkan lingkungan kantor. Di hari ini ia memperoleh upah yang lumayan besar karena ia bekerja dengan cekatan.
Karena uang yang dikumpulkan sudah cukup untuk membeli barang impiannya, iapun pergi ke tempat dijualnya barang tersebut.
Ketika ia diperjalanan, ia melihat seorang bapak-bapak yang sedang menangis di pinggir jalan, lalu ia menghampirinya, “ Pak, kenapa bapak menangis?” Tanya sang pemuda. Lalu jawab bapak tersebut, “ saya tidak punya uang dik…” Maka dengan akhlaknya yang baik, uang yang harusnya ia gunakan untuk membeli barang idamannya ia berikan semuanya kepada bapak-bapak tersebut.
Lalu bapak-bapak tersebut berterimakasih sebesar-besarnya kepada sang pemuda itu. Pemuda tersebut sudah tidak menginginkan barang idamannya, Sisa umurnya ia habiskan hanya untuk beribadah kepada Allah Swt.

Reaksi:

1 komentar: