Selasa, 10 Maret 2009

CINTA FITRI PADA ADIK-ADIKNYA



Islahiyah, kelas X D MAT Ma’ahid 08/09

Di suatu desa tinggallah sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan ketiga orang anaknya. Nama dari tiga orang anak tersebut ialah: Anak pertma bernama Fitri, ia murid kelas X di salah satu Madrasah Aliyah swasta di kotanya, anak kedua bernama Rini, ia murid kelas VII di salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri di kotanya dan anak ketiga bernama Adi yang masih duduk di kelas V Sekolah Dasar Negeri di desanya, sedangkan ayah mereka bernama Pak Budi yang bekerja sebagai guru swasta di Madrasah Aliyah Swasta tempat fitri bersekolah, selain sebagai guru swasta, Pak Budi juga bekerja sebagai petani demi menghidupi keluarganya dan istrinya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan membantu pekerjaan suaminya di sawah.

Karena kondisi ekonomi di keluarga ini yang tidak begitu mewah atau sangat sederhana, setiap kali ketika berangkat sekolah, Pak Budi harus memboncengkan kedua anaknya yaitu Fitri dan Rini. Walaupun sepeda Motor yang ia punya adalah pemberian dari mertua Pak Budi yang sudah cukup lama, tapi sepeda motor ini sangat bermanfaat bagi keluarga ini. Karena jarak sekolah yang dekat dengan rumah, setiap hari Adi berjalan kaki ketika pergi ke sekolah.

Suatu hari Fitri dan Rini akan berangkat ke sekolah, karena pada saat itu adalah musim hujan, ternyata seragam Rini basah karena kebocoran, karena rumah yang mereka tempati sangat sederhana dan lumayan tua sehingga sudah banyak dari genting-genting rumah tersebut yang sudah rusak dan apabila musim hujan sering kebocoran. Karena hujan tadi malam turun ketika keluarga ini sudah terlelap tidur, sehingga Rini tidak sadar kalau pakaiannya kebocoran.

Sebagai kakak yang baik, Fitri lebih mementingkan adiknya sehingga ia meminjamkan seragam barunya kepada adiknya, ia lebih memilih memakai seragam lamanya dari MTs yang masih bisa dia pakai. Dan hari itu juga sepatu adi rusak sehingga tidak dapat dipakai lagi. Karena yang dibelikan sepatu barupada tahuna ajaran baru kali ini hanya Rini, karena uang tabungannya yang paling banyak, tetapi Rini lebih mementingkan adiknya sehingga ia meminjamkan sepatu barunya kepada adiknya.

Karena kerelaan atau lebih mengutamakan orang lain (إيثار ) maka keluarga ini lama kelamaan menjadi keluarga yang sejahtera dan bahagia, karena setiap kelemahan satu sama laindapat tertutupi oleh kelebihan satu sama lain. Keluarga sepeti inilah yang lebih disukai Allah Swt.

Contoh seperti kisah di atas adalah salah satu sikap إيثار di dalam lingkungan keluarga.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar