Anak adalah Anugerah

Blog ini masih dalam tahap penyempurnaan silahkan memberi masukan dan saran ke alamat email musabaa@yahoo.com.

Kekasih Hati

Blog ini masih dalam tahap penyempurnaan silahkan memberi masukan dan saran ke alamat email musabaa@yahoo.com.

Pesona Sulawesi Tengah

Blog ini masih dalam tahap penyempurnaan silahkan memberi masukan dan saran ke alamat email musabaa@yahoo.com

Pantai Panjang Bengkulu

Blog ini masih dalam tahap penyempurnaan silahkan memberi masukan dan saran ke alamat email musabaa@yahoo.com.

ini Medan bung...!

Blog ini masih dalam tahap penyempurnaan silahkan memberi masukan dan saran ke alamat email musabaa@yahoo.com.

Selasa, 02 Juni 2009

Bedah Buku




Suatu siang di Masjid Hamidah, Pondok Pesantren Ma’ahid terdengar teriakan lantang………..
“Muslimah mewangilah hingga ke syurga.” Begitu jawaban Tri Utami ketika pembicara bertanya tentang buku pertamanya, dan santriwati yang dipanggil Tami inipun mendapatkan buku plus tanda tangan pembicarac pada Kegiatan Bedah Buku tersebut,
Kegiatan Bedah Buku dan Pelatihan Menulis yang diselenggarakan Pondok Pesantren Ma’ahid Kudus ini menghadirkan pembicara seorang penulis terkenal yang merupakan alumni Ma’ahid tahun 2003, dialah mas Fahmi Mubarok yang asli Jepara tapi lebih seneng tinggal di Solo.
Acara yang diadakan pada tanggal 9 Mei ini mengambil tema sesuai buku terbaru sang pembicara “ Satu Jiwa Sejuta Karya”. Para santri dengan seksama memperhatikan tips- tips menjadi penulis handal yang disampaikan sang pembicara.
Banyak lho penulis-penulis dari alumni Ma’ahid ini, ada mas Muhsin Sunny, mas Fahrur Muis, mas Fahmi Mubarok, dan masih banyak lagi (lagi dalam proses) Mudah-mudahan banyak penulis-penulis yang akan muncul dari Ma’ahid kita tercinta ini.(Musa,fikar)







Eh, ada yang seru lho, di waktu liburan sekolah. Bertempat di Bumi Perkemahan Kajar, Dawe, Kudus. Para santri dan santriwati Pondok Pesantren mengadakan kegiatan camping dan outbond, yang tentunya asyik dan menarik.
Dimulai dari tanggal 9 Mei 2009, para santri mulai mendirikan tenda. Meskipun diguyur hujan semalaman, dan agak telat makan, para santri sangat menikmati kegiatan tersebut.
Pagi hari tanggal 10, acara dilanjutkan dengan outbond bersama tim dari Inca Outbond Training. Nah, acara inilah yang ditunggu-tunggu para santri, mereka bermain flying fox, jembatan tali, trash fall, jaring laba-laba, dan lain sebagainya, Ayo kompak…!
Wah, udah sore nich….. Para santri pun pulang ke pondok. Eh, jangan keliru ya!! Yang putra ke pondok putra, yang putri ke pondok putri…Oh iya, acara ini berhasil atas izin Allah swt, thank’s buat tim masak-memasak, mas Nafi’, Kholid, tukang ngicipi mas Hasan dan mas Saiful, dan tentunya tukang bantu membantu mas Amir.(Musa)

Pelatihan Wirausaha











Sejumlah santri dari Pondok Pesantren Ma’ahid Kudus melakukan kegiatan pelatihan kewirausahaan pada tanggal 5-6 Mei 2009 bertempat di ruang kelas Pondok Pesantren Ma’ahid Kudus.
Acara yang dipandu oleh kang Khalid Asy-Syaifullah (kelas XI IPA2) ini mengupas habis bagaimana cara budi daya jamur tiram. Dengan menghadirkan instruktur Bp. Abdul Azis, Lc. yang merupakan Pembina Pondok Pesantren Ma’ahid Kudus dan sekaligus pengusaha jamur tiram, santri-santri mendapatkan penjelasan yang gamblang tentang teknik pembudidayaannya.
Acara pelatihan dilanjutkan dengan praktek langsung pembuatan backlog sekaligus penanaman bibit. Meskipun berlangsung hingga dua hari, hal tersebut bahkan membuat para santri semakin antusias mengikuti hingga akhir acara.
Saat ini telah memasuki masa panen jamur tiram, ayo siapa yang mau mencicipi?
(Kholid)

Minggu, 15 Maret 2009

Pudarnya bayang-bayang Tita



Dzul Azmi Afifatul Islam, XD MAT Ma'ahid 08/09

Hawa dingin yang merasuki tulangku tak menyurutkan niatku untuk segera sampai ke sekolah. Tangis yang kutahan menyesakkan dadaku, membuatku tak dapat berkata-kat. Dengan setengah berlari aku menyambar kunci Vario meninggalkan kedua orang tuaku yang heran melihat tingkahku.

Sesampai disana, sekolah masih sangat lengang dan sepi. Aku dapat melampiaskan semua, tumpah sudah tangisku disana, hingga aku merasa ada yang menyentuh bahuku. Aku tersentak melihat yang berdiri di depanku……Kiara!!?? “kenapa kamu menangis? Ada masalah apa?” Tanya Kiara lembut. “Gak usah sok peduli deh kamu! Bukannya kamu senang melihatku menangis.” Sahutku sengan kesal. Baying-bayang kelam itu berputar lagi di fikiranku. “Aku ingin kamu berbagi denganku, siapa tahu aku dapat membantumu…….” Kata Kiara lagi. “Apa kamu bisa kupercaya?”. Entah kenapa aku mengatakan itu, mungkin aku memang membutuhkan teman untuk berbagi, pikirku. “insya allah, aku bisa”. Jawab kiara cepat. Entah kenapa tiba-tiba aku berhambur memeluk Kiara, danb kulihat Kiara bingung namun dia menenangkanku lembut. “Tolong aku Kara….tolong aku…..aku takut”. Kataku dengan sesenggukan. “Tenang Tita….tarik nafas dalam-dalam dan ceritakan padaku pelan-pelan denganku ya…”. Kata Kiara lembut.Teng….Teng….Teng….. bel berbunyi manandakan jam pelajaran akan dimulai. Sepanjang jam pelajaran, fikiranku masih berputar** dan kulihat Kiara masih berfikir tentang kata-kataku tadi.

**

Sejak bersahabat dengan Kiara, hari-hariku terasa lebih ringan. Satu-persatu problemku mengalir pada Kiara dan ia benar** menjaga rahasiaku. Termasuk bayangan kelam itu, ya…. Bayangan ketika aku digoda om-ku sendiri, ketika aku diciumi dan aku selalu dirayu dengan dalih dia menyayangiku. Problem inilah yang membuatku hancur. Aku ingin menghancurkan baying-bayang itu sebelum aku dihancurkan olehnya. Aku dan Kiara akan mencari solusi yang tepat dan sesegera mungkin.

**

“Kiara, aku takut sama ayah dan ibu. Ayah pasti akan marah dan ibupun sedih. Dan takutnya lagi, dikira aku mau aja lemah. Aku bukan seperti itu… aku sudah melawan sekuatku dan dia benar – benar bengis”. Kataku dengan menahan tangis. “ Aku mengerti Ta…, tapi kamu harus berani mengatakannya, sebelum ada orang lain yang membongkarnya. Besok aku akan menemanimu”. Bales Kiara dengan tegas tetapi lembut.“OK ! besok ke rumahku jam 8 pagi”, sahutku dengan optimis.

**

Jam 8, Tet… tet…. “ Assalamu’alaikum”, pintu terbuka …

“oh.. nak Kiara.. masuk, Tita ada di dalam, masuk aja ke kamarnya di pojok itu”. Kata Ibuku dengan menunjuk kamarku. “ Gimana ini Ra… aku takut”. Kataku sambil meremas-remas jemariku yang dingin. “ Ayo …cepat… aku akan membantumu”.

**

“Ayah, Ibu.. Aku ingin ngomong sesuatu.. ini penting..” kataku, “Ada apa Tita… tidak seperti biasanya, sepertinya rahasia ya…?” Tanya mereka. Aku bercerita selengkap-lengkapnya ditemani dengan Kiara, sampai pada ujungnya orangtuaku mengambil keputusan untuk mengundang om-ku.


**

Setelah 1 minggu….

Diary…

Bayang kelam mulai runtuh…..

Lenyap dari pikiranku…….

Ku kan mulai lembaran baru…….

Terima kasih ya Rabbi….

Atas petunjuk dan hidayah-Mu…..

Kiara adalah karunia terindah dalam hidupku….

Miss perfect yang sombong tidak akan ada lagi….

Aku akan menjadi muslimah yang sejati…..

Bantu aku ya ….Rahim….

“AKU AKAN BERUBAH……”

Kututup Diaryku dengan hati yang berbunga-bunga….

Dengan sigap kunyalakan varioku untuk shopping. Aku akan membeli beberapa pakaian muslimah dan seragam baru yang panjang seperti yang di kenakan Kiara.


Sesampai di rumah aku mengemas baju-bajuku yang tidak memenuhi “standard” menutup aurat ke dalam kardus. Kemudian ku ganti dengan pakaian-pakaian baruku. “Ini baru namanya baju”. Kata batinku yang senang.

**

‘Tita…..cepat sarapan nanti terlambat sekolah…..!!” Panggil ibuku. “Iya bu…..” Kataku sambil keluar dari kamar. Ayah dan ibu heran melihatku berubah…..


“Tita kamu tidak main-main,kan?” Tanya orang tuaku. “Ya….tidaklah. mulai sekarang Tita akan menutup aurat dengan sempurna, biar kejadian yang lalu tidak terulang kembali”. Jawabku dengan lancer.

Di sekolah aku seperti artis. Teman-teman semua melihatku seperti tidak percaya, seolah mereka berkata TIta berjilbab? Apa gak salah?.

“Tita….kamu…..” kata Kiara. “Ya….aku berubah, aku mau bertaubat dan menjadi muslimah yang baik, karena itu Bantu aku ya,Ra….” Kataku. “Pasti aku Bantu, kita kan sahabat yang jalinan kita tidak akan terputus meski waktu dan jarak memisahkan”. Jawab Kiara. “Terima kasih ya,Ra…. Kamu selalu ada untukku dan menolong dari kelamnya hidupku, terlebih lagi, kamu dapat memudarkan bayangan kelam yang sekarang telah hilang dari fikiranku”. Aku dan Kiara saling merangkul sampai-sampai kita menangis karena terharu mengenang masa-masa yang telah kita lewati bersama.



Selasa, 10 Maret 2009

KECURANGAN PASTI AKAN KALAH



Feti Kharistina, Santriwati Kelas XD MAT Ma'ahid 08/09




Ada sebuah cerita tempatnya di sebuah desa yang sangat melosok yang terletak di kabupaten Demak. Di desa tersebut ada seorang lurah yang sangat jahat dan kejam dia suka menggunakan uang rakyatnya utnuk berpesta dengan anak buahnya seperti: minum-minuman haram, dll. Dan pada suatu hari kemudian ada pemberitahuan dari kabupaten bahwa ada pemilihan kepala desa baru, dan otomatis jabatan si lurah tadi berhenti, adapengumumsn dari balai desa siapa yang ingin mencalonkan diri ingin menjadi lurah.

Pada saat itu ada seorang yang mendaftarkan jadi lurah dja itu masih muda, alim, dll pokoknya dia baik dan bijaksana kalah sama si lurah tadi jahat, kejam, curang, dll. Tibalah saatnya untuk mulai kampanye, si lurah tadi berkampanye dengan curang seperti: membagi-bagikan uang pada masyarakat, memberi makanan, memberi baju, dll. Lajn dengan si calon lurah tadi yang alim dia Cuma minta do’a dan dukungannya dia tidak mau curang dan melanggar peraturan karena dia tahu bahwa Allah yang menentukan semuanya dan dja bertawakal kepada Allah. Dia tahu kalau masyarakat sangat sengsara selama dipimpin oleh si lurah tadi kerna dia mendengar dari masyarakat (keluhan ),. Dia menyalon diri karena dia tidak mau kalau warga masyarakat sengsara dan pada saat itu pula tidak ada yang berani mendaftarkan untuk menjadi lurah, katanya mereka takut sama si lurah yang kejam katanya natj kalau yang jadi lurah kok tidak dia lagi maka dia akan mengganggu keluarganya si calon lurah yang jadi dan akhirnya tidak ada yang mendaftar. Si calon lurah tadi yang alim mendaftar/ ingin menjadi sudah mempunyai leyakinan yang kuat dan dia sudah bertawakal kepada Allahbahwasanya orang yang curang itu pasti kalah, soal keluarganya nantj itu semua dia serahkan pada Allah dan minta pertolongan pada Allah SWT.

Saatnya berkampanye sudah habis, masa pemilihan kepala desa pun tiba. Acara pun dimulai pukul 07:00 selesai, masyarakat telah memilih sesuai hati nuraninya. Pemungutan suara mulai dihitung pada kotak pertama yang menang si calon lurah yang alim tadi. Dia menang sampai kotak yang ketiga , jumlah kotak semua hanya ada empat. Dan pada kotak yang ke 4 terjadi kericuhan. Apa yang terjadi? Ternyata panitia diancam oleh anak buahnya si lurah yang jahat tadi agar panitia berbuat curang dan diberi uang suapan tapi alhamdulillah si panitia tadi tidak mau karena perbuatan itu sangat keji. Dan polisi pun bisa melakukan tindakan apapun karena polisi tadi mau menerima uang suapan dari si lurah tadi sampai si calon lurah tadi dipukul dengan botol oleh anak buahnya tadi tapi dia langsung lari dan turun dari panggung dan akhirnya kericuhan dapat diselesaikan. Dan hasilnya bahwa yang menjadi lurah itu si lurah tadi tapi, tapi masyarakat tidak terima dengan hasil tadi, ada yang melaporkan di kabupaten tentang tindakan si lurah yang kejam dan curang.

Akhirnya si calon lurah yang alim tadi yang selalu berpegang teguh dan bertawakal kepada Allah atas kejujuran dan dia benar-benar yakin bahwasanya Allah akan menolong orang- orang yang bertawakal kepadanya. Maka untuk itu kita harus benar-benar yakin kepada Allah bahwa Dialah yang akn menolong hambanya yang selalu bertawakal dan orang-orang yang beriman kepada-Nya.



feti ا