Anak adalah Anugerah

Blog ini masih dalam tahap penyempurnaan silahkan memberi masukan dan saran ke alamat email musabaa@yahoo.com.

Kekasih Hati

Blog ini masih dalam tahap penyempurnaan silahkan memberi masukan dan saran ke alamat email musabaa@yahoo.com.

Pesona Sulawesi Tengah

Blog ini masih dalam tahap penyempurnaan silahkan memberi masukan dan saran ke alamat email musabaa@yahoo.com

Pantai Panjang Bengkulu

Blog ini masih dalam tahap penyempurnaan silahkan memberi masukan dan saran ke alamat email musabaa@yahoo.com.

ini Medan bung...!

Blog ini masih dalam tahap penyempurnaan silahkan memberi masukan dan saran ke alamat email musabaa@yahoo.com.

Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2009

Pudarnya bayang-bayang Tita



Dzul Azmi Afifatul Islam, XD MAT Ma'ahid 08/09

Hawa dingin yang merasuki tulangku tak menyurutkan niatku untuk segera sampai ke sekolah. Tangis yang kutahan menyesakkan dadaku, membuatku tak dapat berkata-kat. Dengan setengah berlari aku menyambar kunci Vario meninggalkan kedua orang tuaku yang heran melihat tingkahku.

Sesampai disana, sekolah masih sangat lengang dan sepi. Aku dapat melampiaskan semua, tumpah sudah tangisku disana, hingga aku merasa ada yang menyentuh bahuku. Aku tersentak melihat yang berdiri di depanku……Kiara!!?? “kenapa kamu menangis? Ada masalah apa?” Tanya Kiara lembut. “Gak usah sok peduli deh kamu! Bukannya kamu senang melihatku menangis.” Sahutku sengan kesal. Baying-bayang kelam itu berputar lagi di fikiranku. “Aku ingin kamu berbagi denganku, siapa tahu aku dapat membantumu…….” Kata Kiara lagi. “Apa kamu bisa kupercaya?”. Entah kenapa aku mengatakan itu, mungkin aku memang membutuhkan teman untuk berbagi, pikirku. “insya allah, aku bisa”. Jawab kiara cepat. Entah kenapa tiba-tiba aku berhambur memeluk Kiara, danb kulihat Kiara bingung namun dia menenangkanku lembut. “Tolong aku Kara….tolong aku…..aku takut”. Kataku dengan sesenggukan. “Tenang Tita….tarik nafas dalam-dalam dan ceritakan padaku pelan-pelan denganku ya…”. Kata Kiara lembut.Teng….Teng….Teng….. bel berbunyi manandakan jam pelajaran akan dimulai. Sepanjang jam pelajaran, fikiranku masih berputar** dan kulihat Kiara masih berfikir tentang kata-kataku tadi.

**

Sejak bersahabat dengan Kiara, hari-hariku terasa lebih ringan. Satu-persatu problemku mengalir pada Kiara dan ia benar** menjaga rahasiaku. Termasuk bayangan kelam itu, ya…. Bayangan ketika aku digoda om-ku sendiri, ketika aku diciumi dan aku selalu dirayu dengan dalih dia menyayangiku. Problem inilah yang membuatku hancur. Aku ingin menghancurkan baying-bayang itu sebelum aku dihancurkan olehnya. Aku dan Kiara akan mencari solusi yang tepat dan sesegera mungkin.

**

“Kiara, aku takut sama ayah dan ibu. Ayah pasti akan marah dan ibupun sedih. Dan takutnya lagi, dikira aku mau aja lemah. Aku bukan seperti itu… aku sudah melawan sekuatku dan dia benar – benar bengis”. Kataku dengan menahan tangis. “ Aku mengerti Ta…, tapi kamu harus berani mengatakannya, sebelum ada orang lain yang membongkarnya. Besok aku akan menemanimu”. Bales Kiara dengan tegas tetapi lembut.“OK ! besok ke rumahku jam 8 pagi”, sahutku dengan optimis.

**

Jam 8, Tet… tet…. “ Assalamu’alaikum”, pintu terbuka …

“oh.. nak Kiara.. masuk, Tita ada di dalam, masuk aja ke kamarnya di pojok itu”. Kata Ibuku dengan menunjuk kamarku. “ Gimana ini Ra… aku takut”. Kataku sambil meremas-remas jemariku yang dingin. “ Ayo …cepat… aku akan membantumu”.

**

“Ayah, Ibu.. Aku ingin ngomong sesuatu.. ini penting..” kataku, “Ada apa Tita… tidak seperti biasanya, sepertinya rahasia ya…?” Tanya mereka. Aku bercerita selengkap-lengkapnya ditemani dengan Kiara, sampai pada ujungnya orangtuaku mengambil keputusan untuk mengundang om-ku.


**

Setelah 1 minggu….

Diary…

Bayang kelam mulai runtuh…..

Lenyap dari pikiranku…….

Ku kan mulai lembaran baru…….

Terima kasih ya Rabbi….

Atas petunjuk dan hidayah-Mu…..

Kiara adalah karunia terindah dalam hidupku….

Miss perfect yang sombong tidak akan ada lagi….

Aku akan menjadi muslimah yang sejati…..

Bantu aku ya ….Rahim….

“AKU AKAN BERUBAH……”

Kututup Diaryku dengan hati yang berbunga-bunga….

Dengan sigap kunyalakan varioku untuk shopping. Aku akan membeli beberapa pakaian muslimah dan seragam baru yang panjang seperti yang di kenakan Kiara.


Sesampai di rumah aku mengemas baju-bajuku yang tidak memenuhi “standard” menutup aurat ke dalam kardus. Kemudian ku ganti dengan pakaian-pakaian baruku. “Ini baru namanya baju”. Kata batinku yang senang.

**

‘Tita…..cepat sarapan nanti terlambat sekolah…..!!” Panggil ibuku. “Iya bu…..” Kataku sambil keluar dari kamar. Ayah dan ibu heran melihatku berubah…..


“Tita kamu tidak main-main,kan?” Tanya orang tuaku. “Ya….tidaklah. mulai sekarang Tita akan menutup aurat dengan sempurna, biar kejadian yang lalu tidak terulang kembali”. Jawabku dengan lancer.

Di sekolah aku seperti artis. Teman-teman semua melihatku seperti tidak percaya, seolah mereka berkata TIta berjilbab? Apa gak salah?.

“Tita….kamu…..” kata Kiara. “Ya….aku berubah, aku mau bertaubat dan menjadi muslimah yang baik, karena itu Bantu aku ya,Ra….” Kataku. “Pasti aku Bantu, kita kan sahabat yang jalinan kita tidak akan terputus meski waktu dan jarak memisahkan”. Jawab Kiara. “Terima kasih ya,Ra…. Kamu selalu ada untukku dan menolong dari kelamnya hidupku, terlebih lagi, kamu dapat memudarkan bayangan kelam yang sekarang telah hilang dari fikiranku”. Aku dan Kiara saling merangkul sampai-sampai kita menangis karena terharu mengenang masa-masa yang telah kita lewati bersama.



Selasa, 10 Maret 2009

KECURANGAN PASTI AKAN KALAH



Feti Kharistina, Santriwati Kelas XD MAT Ma'ahid 08/09




Ada sebuah cerita tempatnya di sebuah desa yang sangat melosok yang terletak di kabupaten Demak. Di desa tersebut ada seorang lurah yang sangat jahat dan kejam dia suka menggunakan uang rakyatnya utnuk berpesta dengan anak buahnya seperti: minum-minuman haram, dll. Dan pada suatu hari kemudian ada pemberitahuan dari kabupaten bahwa ada pemilihan kepala desa baru, dan otomatis jabatan si lurah tadi berhenti, adapengumumsn dari balai desa siapa yang ingin mencalonkan diri ingin menjadi lurah.

Pada saat itu ada seorang yang mendaftarkan jadi lurah dja itu masih muda, alim, dll pokoknya dia baik dan bijaksana kalah sama si lurah tadi jahat, kejam, curang, dll. Tibalah saatnya untuk mulai kampanye, si lurah tadi berkampanye dengan curang seperti: membagi-bagikan uang pada masyarakat, memberi makanan, memberi baju, dll. Lajn dengan si calon lurah tadi yang alim dia Cuma minta do’a dan dukungannya dia tidak mau curang dan melanggar peraturan karena dia tahu bahwa Allah yang menentukan semuanya dan dja bertawakal kepada Allah. Dia tahu kalau masyarakat sangat sengsara selama dipimpin oleh si lurah tadi kerna dia mendengar dari masyarakat (keluhan ),. Dia menyalon diri karena dia tidak mau kalau warga masyarakat sengsara dan pada saat itu pula tidak ada yang berani mendaftarkan untuk menjadi lurah, katanya mereka takut sama si lurah yang kejam katanya natj kalau yang jadi lurah kok tidak dia lagi maka dia akan mengganggu keluarganya si calon lurah yang jadi dan akhirnya tidak ada yang mendaftar. Si calon lurah tadi yang alim mendaftar/ ingin menjadi sudah mempunyai leyakinan yang kuat dan dia sudah bertawakal kepada Allahbahwasanya orang yang curang itu pasti kalah, soal keluarganya nantj itu semua dia serahkan pada Allah dan minta pertolongan pada Allah SWT.

Saatnya berkampanye sudah habis, masa pemilihan kepala desa pun tiba. Acara pun dimulai pukul 07:00 selesai, masyarakat telah memilih sesuai hati nuraninya. Pemungutan suara mulai dihitung pada kotak pertama yang menang si calon lurah yang alim tadi. Dia menang sampai kotak yang ketiga , jumlah kotak semua hanya ada empat. Dan pada kotak yang ke 4 terjadi kericuhan. Apa yang terjadi? Ternyata panitia diancam oleh anak buahnya si lurah yang jahat tadi agar panitia berbuat curang dan diberi uang suapan tapi alhamdulillah si panitia tadi tidak mau karena perbuatan itu sangat keji. Dan polisi pun bisa melakukan tindakan apapun karena polisi tadi mau menerima uang suapan dari si lurah tadi sampai si calon lurah tadi dipukul dengan botol oleh anak buahnya tadi tapi dia langsung lari dan turun dari panggung dan akhirnya kericuhan dapat diselesaikan. Dan hasilnya bahwa yang menjadi lurah itu si lurah tadi tapi, tapi masyarakat tidak terima dengan hasil tadi, ada yang melaporkan di kabupaten tentang tindakan si lurah yang kejam dan curang.

Akhirnya si calon lurah yang alim tadi yang selalu berpegang teguh dan bertawakal kepada Allah atas kejujuran dan dia benar-benar yakin bahwasanya Allah akan menolong orang- orang yang bertawakal kepadanya. Maka untuk itu kita harus benar-benar yakin kepada Allah bahwa Dialah yang akn menolong hambanya yang selalu bertawakal dan orang-orang yang beriman kepada-Nya.



feti ا

CINTA FITRI PADA ADIK-ADIKNYA



Islahiyah, kelas X D MAT Ma’ahid 08/09

Di suatu desa tinggallah sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan ketiga orang anaknya. Nama dari tiga orang anak tersebut ialah: Anak pertma bernama Fitri, ia murid kelas X di salah satu Madrasah Aliyah swasta di kotanya, anak kedua bernama Rini, ia murid kelas VII di salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri di kotanya dan anak ketiga bernama Adi yang masih duduk di kelas V Sekolah Dasar Negeri di desanya, sedangkan ayah mereka bernama Pak Budi yang bekerja sebagai guru swasta di Madrasah Aliyah Swasta tempat fitri bersekolah, selain sebagai guru swasta, Pak Budi juga bekerja sebagai petani demi menghidupi keluarganya dan istrinya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan membantu pekerjaan suaminya di sawah.

Karena kondisi ekonomi di keluarga ini yang tidak begitu mewah atau sangat sederhana, setiap kali ketika berangkat sekolah, Pak Budi harus memboncengkan kedua anaknya yaitu Fitri dan Rini. Walaupun sepeda Motor yang ia punya adalah pemberian dari mertua Pak Budi yang sudah cukup lama, tapi sepeda motor ini sangat bermanfaat bagi keluarga ini. Karena jarak sekolah yang dekat dengan rumah, setiap hari Adi berjalan kaki ketika pergi ke sekolah.

Suatu hari Fitri dan Rini akan berangkat ke sekolah, karena pada saat itu adalah musim hujan, ternyata seragam Rini basah karena kebocoran, karena rumah yang mereka tempati sangat sederhana dan lumayan tua sehingga sudah banyak dari genting-genting rumah tersebut yang sudah rusak dan apabila musim hujan sering kebocoran. Karena hujan tadi malam turun ketika keluarga ini sudah terlelap tidur, sehingga Rini tidak sadar kalau pakaiannya kebocoran.

Sebagai kakak yang baik, Fitri lebih mementingkan adiknya sehingga ia meminjamkan seragam barunya kepada adiknya, ia lebih memilih memakai seragam lamanya dari MTs yang masih bisa dia pakai. Dan hari itu juga sepatu adi rusak sehingga tidak dapat dipakai lagi. Karena yang dibelikan sepatu barupada tahuna ajaran baru kali ini hanya Rini, karena uang tabungannya yang paling banyak, tetapi Rini lebih mementingkan adiknya sehingga ia meminjamkan sepatu barunya kepada adiknya.

Karena kerelaan atau lebih mengutamakan orang lain (إيثار ) maka keluarga ini lama kelamaan menjadi keluarga yang sejahtera dan bahagia, karena setiap kelemahan satu sama laindapat tertutupi oleh kelebihan satu sama lain. Keluarga sepeti inilah yang lebih disukai Allah Swt.

Contoh seperti kisah di atas adalah salah satu sikap إيثار di dalam lingkungan keluarga.

Jumat, 24 Oktober 2008

KELABU 7 TAHUN

KELABU 7 TAHUN

Oleh: Dzul Azmi

(muridku kelas XD MAT 2008/2009)


Pkl 22.00 WIB, 19 oktober 2008

Dear dairy sabar….sabar….dan sabar.......

Suatu saat semuanya pasti akan berubah! Semuanya akan kau tuai hasilnya…...Kata-kata itulah yg membuatku harus melapangkan dada dan sabar.

Dairy…

Aku ingin tak kuat lagi . Semakin lama sabar itu membuatku harus menahan kemauanku sendiri.

Ya…Allah bantulah aku dan kuatkanlah aku dalam meniti hidupku ini karena sabar itu sangat sulit, tapi aku tidak akan diam diri menjalani hidup ini. Aku akan membanggakan orang tuaku.

Sambil menutup Diary-nya Nia beranjak merangkai mimpi-nya ( tidur-Red ).

Nia…..bangun sayang….,sudah subuh, "suara lembut has ibuku dan sentuhan tangan itu membangunkanku.

"Sudah jam berapa bu….?" Tanya Nia.

"Sudah jam 04.00, Nia…." Jawab ibu seraya meninggalkan menuju ke dapur.

Sambil menatap langit-langit rumahku aku sibuk dengan pikiranku, sejak kecil aku hidup dalam lilitan ekonomi. Gali lobang tutup lobang adalah hal yang biasa dalam keluargaku. Pertengkaran ayah dan ibuku juga sering terjadi, itupun karena masalah ekonomi. Ketika aku menatap wajah ibuku aku melihat kepedihan dan sakit mendalam yang disembunyikan dengan senyumnya. Dan ketika melihat wajah ayahku kebencian dan api kemarahan yang berkobar-kobar kurasakan. Ingin kuberontak keegoisan ayahku, tapi ku tak bisa. Untung kakak ibuku menyekolahkanku setinggi-tingginya dan sesuai keinginanku. Berakit-rakit kehulu, bersenang-senang kemudian. "Mungkin kamu merasakan kepedihan dimasa kecilmu tapi masa depanmu sudah menanti kebahagiaan untukmu". Itulah nasehat yang selalu diucapkan ibuku ketika aku putus asa. Bearibu kata sabarpun tak luput dari nasehat ibuku.

"Nia…!melamun…aja,ingat udah siang lho…!"kata ibu mengagetkanku.

"Eh…ehm…iya…bu…"jawabku sekenanya.

Pukul 06.30 aku berangkat sekolah. Di sekolah tak seorangpun tahu problemku. Di sana aku cukup dikenal guru,teman-teman juga banyak. Ayah dan ibuku adalah alumni sekolahku yang dikenal baik. Karena itu tidak mungkin aku curhat. Sebab itu akan menjadi aib dan mencoreng nama bajk keluargaku. Aku harus menyimpannya sendiri dan menahan semua rasa sakit yang merajam dan menyayat hatiku , membuatku sering menangis bila ku mengimgatnya. Sekarang aku duduk dikelas X SMA Nusa Bangsa.

7 TAHUN KEMUDIAN.....


Assalamu'alaikum………. Ibu…… Nia kangen……

"YA Allah….. Nia", suara ibu menyambutku

"Ayah….mana bu?" Tanyaku, meskipun aku benci tapi tak bisa kupungkiri aku rindu. " ada ….di belakang, beliau lagi sibuk banyak pesanan, Nia….? Jawab ibuku.

Alhamdulillah, gumamku, 5 tahun semuanya benar-benar berubah. Ibuku terlihat begitu bahagia dan benar-benar ikhlas dengan ayahku, " lho… mbak, kapan pulangnya…?" Tanya adikku. " Baru", jawabku. "Bagaimana Nia? Kerjanya lancer kan?" Tanya ayahku tiba-tiba. "Alhamdulillah… iya yah". Jawabku.

Setelah menyelesaikan S1 di Yogyakarta, aku menjadi guru SDIT di sana juga. Aku menerima pesanan kue yang cukup ramai, sehingga aku meminta tolong temanku untuk tinggal dan membantuku. Kadang-kadang aku seperti tidak percaya, tapi aku berpikir tidak usah mengingat sesuatu yang menyakitkan, sebab itu akan membuat dendam yang tidak habis-habis. Aku harus mensyukuri nikmat Allah dan berfikir ke depan.

Tidak terasa sudah satu minggu aku di rumah. Semalam hujan, bau tanah yang basah sangat khas. Ketika aku menyapu tiba-tiba ada mobil berhenti di depan rumah. " Lho…. Itu mobil bude, tapi yang di belakang, mobil siapa? Gumamku pada ibu. Budeku menghampiriku dengan senyum-senyum dan mengajak ibuku bincang-bincang di dalam. Tak lama kemudian ibuku mengajak ayahku juga. Aku bingung, sebenarnya ada apa ini? Tanyaku dalam hati. Kebingunganku terjawab, ada seseorang yang mau menghitbahku. Ha… siapa? Tanyaku dalam hati menambah kebingunganku.

Kemudian keluarlah dari mobil tadi sosok yang kukenal beserta keluarganya, Umar … ya ….Umar, Temanku di Universitas, dia satu ruangan denganku, selain asdos dia juga ketua Rohis di kampus. Apakah dia yang akan mengkhitbahku? Batinku. Tiba-tiba " Dia yang akan melamarmu Nia…, kamu sudah kenal kan?" Tanya budeku. " Iya… bude" jawabku.

Setelah keluargaku menyetujui, akupun menerima khitbah Umar. Setelah satu minggu, aku dan Umar melakukan ijab Kabul di rumahku.

Ya Allah…..

Terima kasih atas apa-apa yang Engkau berikan padaku. Engkau telah menjawab do'aku.

Ya.. Allah….

Ampunilah hamba-Mu yang hina dina ini. Yang pernah tidak menerima keputusan-Mu. Engkau memang Maha adil, Firman-Mu tak pernah salah, Ampuni aku ya Allah, berikanlah aku kemudahan dalam menjalani hidup ini, ,emyampaikan amanat yang telah Engkau berikan padaku. Amiin……, Nia menutup do'anya dengan air mata kebahagiaan.