Rabu, 24 Oktober 2012

Kaur


hati-hati jika lewat Kaur, jangan makan di sana, jangan makan sembarangan..

Agak gugup ketika dapet surat tugas yang disitu tertulis Kabupaten Kaur, Bengkulu. Segeralah saya mencari peta, wow… jauh nian..
setelah mendarat di Bandara Fatmawati Bengkulu, mencoba mencari tahu, transportasi ke daerah yang dituju. untuk perjalanan jauh, jangan sekali-kali naik taksi, pasti mahal, kami bertanya kalau ke Kaur berapa? 700 ribu jawabnya. Hah mahal amat..
Akhirnya dengan harga 50 ribu kami meminta diantar ke travel yang menuju ke Kaur. Ternyata dengan travel, cukup mengeluarkan uang 75 ribu, kami diantar sampai ke tempat tujuan.
Sebagaimana lazimnya sopir trans sumatera, waktu tempuh yang 6 jam, sopir kami ini selalu bikin deg degan, dan sepanjang jalan kami selalu banyak berdzikir.
Konon katanya, orang Kaur itu serem-serem, bahkan ada cerita, budaya meracun orang kaur itu tinggi. Sering terdengar orang tewas begitu saja tanpa sebab. Orang-orang sudah pada mafhum bahwa korban mati diracun.
Sampai ada seorang pegawai yang ditempatkan di Kab. Kaur diwanti-wanti orangtuanya agar berhati-hati, dan dibekali dengan tehnik bagaimana mengenali gelagat orang mau meracun, racun disini maksudnya adalah sihir yang bisa mencelakai orang.
Selidik punya selidik ternyata soal racun lebih ke cerita rumor yang dibesar-besarkan untuk menakut-nakuti anak-anak. Orang Kaur adalah suku bangsa yang hangat dan ramah. Wisata alamnya juga mempesona, sayang, kami tak sempat mengunjungi Pantai Sekunyit.
Begitu juga kulinernya, warung di pinggir jalan yang menyediakan sate gurita pun hanya kami lalui, dan kami belum sempet mencicipinya.
Terima kasih atas indahnya persaudaraan ini…

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar