Selasa, 06 September 2011

JENANG KUDUS



Tahun ini, alhamdulillah Allah mengabulkan do'a saya, setahun yang lalu saat saya menonton info mudik di televisi, rasa hati begitu menggebu ingin membersamai keletihan para mudikers dalam ritual tahunannya.
Tiga bulan yang lalu, alhamdulillah saya dapat pekerjaan di Jakarta dan berkesempatan untuk mudik. Keletihan yang mendera saat selama 22 jam di dalam bis, bercampur dengan mual-mual perut hilang sudah saat berkumpul dengan keluarga, bersilaturrahim dan berbagi rizki, ah... indahnya.....
Saat kembali ke Jakarta, hhhmm,.... saat yang sangat mengharu biru, mampir ke toko deket Menara Kudus membeli oleh-oleh buat temen-temen di kantor, soalnya mereka sudah mengultimatum.. awas nggak bawa oleh-oleh nggak boleh masuk Jakarta.

Jenang Kudus

Salah satu produk khas Kudus adalah Jenang, sebuah panganan tradisional yang bisa bertahan puluhan tahun, hingga saat ini. Produknya menarik dan praktis untuk dibawa, rasa manis, bungkus yang menarik dan harga yang relatif terjangkau serta packing yang tidak kalah dengan produk sejenis.

Proses produksi, adonan bahan tradisional mudah dikerjakan walau secara manual dan mempekerjakan SDM yang relatif banyak.
Rasanya promosi dan outlet penjualannya yang belum ditata secara modern, namun pernah saya melihat promo di jenang Mubarok telah di eksport hingga ke Singapura dan Hongkong.
Taqobbalallahu Minna Wa Minkum
Minal Aidin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Reaksi:

4 komentar:

  1. yo pak bsk tak buat jenang muamar saingan mubarok yg di export sampai negeri huzni mubarok ataupun obama baraok

    BalasHapus
  2. taqobbal ya kariim...
    salam kenal...

    BalasHapus
  3. salam kenal juga.....
    Muammar... jenang khas wonosobo yo..

    BalasHapus